Recent Post

Friday, June 27, 2014

Faktor Kegagalan Jaga Stabilitas Trafik Blog

Trafik bagi sebuah blog merupakan aspek penting dan elementer, baik blog untuk kepentingan monetize maupun sekedar sarana berekspresi. Nah, bagaimana cara menjaga stabilitas trafik? Mari kita gelar tikar dan kupas bersama.
Bicara soal trafik tak lepas dari SEO. trafikSebab, SEO merupakan cara paling efisien untuk mendatangkan pengunjung. Artinya, enerji kita tak perlu dihabiskan pada branding dengan menyebar link di form komentar, submit social media, dll. Meski, hal itu juga tak ada salahnya dilakukan.

Saya sendiri merasa lebih puas jika trafik menunjukkan progress, meski sedikit demi sedikit, daripada langsung njeglek (naik tajam) tapi hanya sesaat lantas anjlok lagi.

Dari pengalaman dan pengamatan saya, ada beberapa faktor penyebab kegagalan menjaga stabilitas trafik. Di antaranya:

1. Malas update.
Ini faktor elementer yang menjadikan blog ‘gembos’. Sebab, seperti yang sudah sering saya bahas sebelumnya, makin banyak postingan, makin banyak ‘pintu’ bagi visitor untuk menuju blog kita. Bahkan, saya pernah melakukan eksperimen posting kontinyu dalam 10 hari visitor bisa naik 10 kali lipat.

2. Tidak memiliki artikel gacoan yang secara SEO memiliki power.
Maka, perbanyak postingan dengan nembak keyword ‘abadi’ (kata kunci yang saya asumsikan banyak dicari minimal dalam kurun 1 tahun ke depan). Contoh: ‘Harga Ponsel Rp 1 Jutaan’, ‘Trik Sulap Kartu, dsb. Tips nembak keyword bisa dibaca di sini. Tips bikin judul postingan yang SEO friendly di sini. Soal tembak menembak keyword ini, yang saya lakukan selama ini bisa dikatakan dari 10 postingan, 9 di antaranya nembak keyword.

3. Terlalu fokus pada konten, sehingga lupa akan SEO.
Tulisan yang mendut-mendut (enak dibaca) memang membuat visitor puas. Tapi, itu tidak akan berarti kalo memang kita berorientasi pada trafik. Sebagus apapun artikelnya, kalau tak ada yang membaca ya percuma.

Saya sendiri biasanya ambil jalan tengah. Paragraf pertama saya buat SEO friendly, baru paragraf selanjutnya dibuat yang enak dibaca, sesuai kaidah penulisan yang baik dan benar. Dan, sebisa mungkin lengkapi artikel dengan foto atau gambar. Sebab, bisa saja keyword artikelnya gagal masuk top SERP, tapi kata kunci foto/gambarnya maknyoss dan mejeng di halaman 1 Google.

0 comments:

Post a Comment